Friday, November 12, 2010

Food Personality


I took several quiz from www.blogthings.com. And this is two quiz related with food and cook. Please see and I don't think it could be accepted that it is right, but I take an enjoyable time taking this quiz. ^^

You Are an Excellent Cook
You're a top cook, but you weren't born that way. It's taken a lot of practice, a lot of experimenting, and a lot of learning.
It's likely that you have what it takes to be a top chef, should you have the desire...
--> I don't think it's right, I should do a lot of practice and learn more

You Are a Full-time Foodie
Food is an important part of your life, and there's no denying it.
You're probably at least a decent cook, and you have a very sophisticated palette.

You're up on food trends, and you're always looking to sample something new and different.
You figure that if you're going to eat three meals a day, you might as well make them an adventure.
--> Yes, food is important for me, esp. what I make.

Ooo Homemade Salty Egg ooO (aka. Telur Asin)


Hahahaha.... judulnya dibuat menarik, "Homemade Salty Egg". Padahal cuma "Telur Asin" tapi telur asin yang dibuat sendiri. Tanpa pengawet, gampang buatnya dan tidak terlalu asin tapi tetep ada rasa asin. Resepnya sendiri diambil dari milis NCC yang diposting oleh Mbak Lian.

Telur Asin
Bahan:
10 buah telur bebek
10 sdm garam kasar
1 liter air matang

Cara membuat:
- Masukkan air dan garam kedalam wadah seperti tupperware atau toples, lalu aduk-aduk sampai garam larut
- Telur bebek dibersihkan, lalu masukkan ke dalam wadah yang sudah ada air garam
- Tutup wadah lalu diamkan sampai 3 minggu
- Setelah 3 minggu, cuci bersih lalu masak sesuai selera

Saya memakai garam kasar yang dijual di pasar, per bungkusnya kira-kira Rp 3.000,-. Kalau dari Mbak Lian katanya disuruh pakai garam yang balok (bentuknya seperti balok/bata), ini juga ga terlalu mahal. Belum pernah coba sih, tapi lain kali mau coba pakai yang ini. Ada yang tanya ke milis, ko tengah-tengahnya bisa kuning? Kalau saya pasti beli di tukang telur dan bilang minta yang kuning telurnya berwarna merah, harganya lebih mahal juga.

Saya pakai telur asin mentahnya sebagai pembungkus cumi dan udang, jadilah cumi dan udang goreng tepung telur asin. Rasanya mantap dan gurih. Tapi saya lupa foto karena keburu laper dan akhirnya dilahap habis. Selebihnya saya rebus, kira-kira selama 15 menit, matikan api, diamkan sampai dingin. Rasanya enak, masir pula dan tidak terlalu asin tapi tetap ada rasa asin.

Tapi kekurangannya... lama nunggunya, sampai 3 minggu boooo.... keburu ileran. Hahahaha.... kalau misalnya ada yang mau pesen telur asin dan kalau buat masih kelamaan, bilang aja ya ke saya. ^^

Tuesday, November 9, 2010

Oven Tanah Tradisional


Hari Minggu, 07 November 2010, setelah pulang gereja saya ke lantai 3 untuk makan siang sekaligus melihat pameran buku dan benda-benda Alkitab di hall lantai 3. Setelah makan siang, saya dan suami langsung menuju ke pameran benda-benda Alkitab. Ramai pengunjungnya. Banyak benda-benda yang awalnya saya kurang tahu, sekarang jadi punya gambaran. Ada beberapa yang saya foto, sayangnya saya tidak bawa kamera, jadi hanya pakai kamera handphone. Salah satu benda yang saya foto adalah Oven Tanah Tradisional Yahudi.

Kenapa saya posting di blog ini? Ya, karena berhubungan dengan kuliner juga, kalau pembahasan benda-benda lainnya bisa dilihat di http://jessi-adri.blog.friendster.com/. Pas lihat Oven ini, pikiran jadi melayang ke jaman dulu. Mereka kalau buat roti atau semacamnya memakai Oven Tanah ini. Bentuknya lucu, bentuknya seperti piramida bulat, atasnya terdapat bolongan kecil, di dalamnya bisa diletakkan adonan dan depannya ada lubang cukup besar untuk memasukkan adonan. Saya foto Ovennya dan di sampingnya ada foto penggunaan Oven tersebut.

Oya saya juga mencoba buah Ara. Bentuknya seperti kemiri tapi rasanya manis kering seperti kurma. Bukan saya yang beli tapi dikasih coba oleh teman. Enak juga tapi sedikit seret di tenggorokan setelah memakannya.

Pertanyaannya.... sekarang masih ada yang pakai Oven Tanah ini ga ya?? ^^

Wednesday, November 3, 2010

Strawberry and Apple Pie with Puff Pastry


Lagi-lagi buat pie dengan Puff Pastry. Hehehe..... jadi suka banget nih. Tapi sekarang mau coba hal yang baru, yaitu dengan memakai strawberry sebagai fillingnya dan membuat pie dengan cara menggulung pastrynya. Resepnya sama dengan Apple Pie yang kemarin dibuat di rumah Yunie. Cuma apelnya diganti dengan strawberry.

Awalnya kenapa mau buat Strawberry Pie adalah karena banyaknya strawberry yang ada di rumah, sisaan dari pembuatan Unbake Strawberry Cheese Cake kemarin. Iseng-iseng aja mau coba. So, ditambah deh sama Apple Pie juga, biar sekalian buatnya, biar ga boros gas. Puff Pastrynya habis deh untuk buat kedua pie ini. Saya buat pienya dengan cara merekatkan sisi dari puff pastry dengan putih telur lalu diisi dengan fillingnya. Setelah itu dioles dengan kuning telur dan dipanggang.

Panas-panas setelah keluar dari oven, langsung difoto dan dilahap. Penasaran gimana rasanya kalau pakai strawberry. Enak juga, tapi kalau untuk orang yang tidak suka asam, pastinya kurang suka. Strawberry lebih asam dari Apel. Apple pie nya juga enak kali ini, ga terlalu manis, jadi dimakannya juga enak.

Untuk yang sekarang Reno kebagian Pie nya. Hehehehe.... ^^

Tambahan: Baru dapet info dari Mama melalui telepon kalau tadi malam Papa makan Apple Pienya dan suka banget. Wah, lain kali kalau buat harus bagi lagi. v^^

Unbake Strawberry Cheese Cake for Mom in Law's 56th Birthday


Mama mertua saya kemarin berulang tahun ke 56. Dia minta semua anak, menantu dan cucunya berkumpul bersama dan makan di salah satu restaurant. Sehari sebelumnya saya mengajukan diri untuk membuatkan dia kue untuk peniupan lilin dan pemotongan kue. Saya terpikir untuk membuat Unbake Strawberry Cheese Cake. Selain buatnya gampang, di rumah juga ada Cream Cheese yang dibeli murah di supermarket (lagi diskon, dari harga Rp 25.000,- jadi Rp 19.000,- lebih). Bahan-bahannya juga lengkap ada di rumah.

Saya buat 1 1/3 resep, karena saya mau habiskan 2 cup Cream Cheese ukuran 250 gram. Saya juga tambahkan gelatin sedikit lebih banyak supaya lebih kokoh. Saya beli strawberry segar di pasar dan ada sedikit sisa selai strawberry di kulkas. Beli tatakan kue di pasar aja harus cari keliling pasar. Hehehe.... tapi jadi tau yang jual-jual bahan-bahan kue di pasar.

Ternyata, membuat kue ini dengan bantuan mika lebih sulit. Kalau pakai Aluminium Foil kan lebih gampang, karena sudah berbentuk. Kalau pakai plastik mika, yah ampun, untuk meratakan bagian dasarnya yang berupa crackers susahnya minta ampun, akhirnya sedikit asal-asalan. Tapi untungnya setelah dimasukkan adonan kejunya, bisa berbentuk juga menjadi bulat. Saya dinginkan di kulkas, ga sampai satu hari sih, tapi cukup membantu. Saya keluarkan lagi jam 6 sore, sebelum berangkat ke restaurant. Saya tuangkan selainya, potong sedikit mikanya dan beri hiasan strawberry segar di atasnya. Sudah jadi deh, tinggal dibawa ke restaurant, tiup lilin, dipotong dan dimakan rame-rame.

Happy Birthday Mom in Law. God bless you forever. ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...